Kisah Mesum ML Dulu Sebelum Puasa

ITIL Foundation Management
Kisah Mesum ML Dulu Sebelum Puasa - Cerita sex ini mengisahkan pasangan ABG yang melakukan hubungan sex dipeninapan. Mereka melakukan hubungan sex sebelum bulan puasa datang, kata mereka ML dulu sebelum buan puasa.hha.

Namaku Ardhi, usiaku 17 tahun dan kini masih duduk dibangku SMA. Karena seringnya aku membaca beberapa cerita sex di beberapa situs dewasa, maka aku terobsesi untuk menggoreskan ceritaku disitus dewasa ini. Okey guest, jadi begini awal mulanya. Pada 2 hari yang lalu tepatnya sebelum bulan puasa aku melakukan hubungan sex dengan pacarku.

Kisah Mesum ML Dulu Sebelum Puasa

Aku dan pacarku memang sering sekali berhubungan sex sejak kelas 1 SMA, namun cerita sex yang aku ceritakan ini adalah cerita sex penutupan menjelang bulan puasa, hha. Yah itung-itung libur dululah mesumnya dibulan puasa, soalnya aku mau nglebur dosa dibulan puasa, wkwk. Oh iya guest, nama pacarku adalah Dinda, dia kebetulan satu kelas denganku dan dia juga seumuran denganku.

Dinda ini adalah siswi yang pintar, sexy, cantik, dan tipe wanita yang mempunyai nafsu tinggi. Mempunyai nafsu tinggi dalam arti hanya denganku guest, dia bukan cewek smsa bispak, inget !!!. Tinggi badanya yang mungil dan tubuhnhya yang berisi membuat aku selalu bernafsu saja melihatnya. Pantat dan toketnya itu loh, wow sekali guest, beuhhh… bikin sangek deh pokoknya.

Di sekolahku wanita yang cantik,putih dan sexy aku rasa hanya, hhe… bukan deng para pemirsa, sebenarnya banyak, tapi kalau namanya pacar pasti akan terlihat lebih dari yang lainya, yak an??? Hha. Dinda ini mempunyai ukuran Bra 34B dan celana dalam berukuran M. Bisa dibayangkan kan Guest seumuran dia dalemanya udah segitu.

Oke deh segitu aja yah gambaran tentang aku dan Dinda. Jadi begini, kebetulan pada hari jumat itu hari libur karena tanggal merah. Melihat besok hari sudah puasa aku yang pasti nanti kangen dengan hubungan sex aku-pun pada hari berniat mengajak Dinda pacarku untuk pergi kesebuah penginapan yang tentunya sesuai kantong pelajar hhe.

Pada siang itu setelah aku ibadah jumat, akupun memngajak pacarku kesebuah penginapan yang letaknya tidak begitu jauh dari rumahku. Paling jika ditempuh dengan mengendarai motor hanya 15 menit saja sudah sampai. Singkat cerita aku-pun sudah sampai didepan rumah pacarku. Sesampainya disana aku-pun menelfon pacarku dari depan rumahnya,

“Tuttttttttttt…. Tuttttttttttt…. Tuttttttttttt…., ” suara nada tunggu telefon.

Beberapa detik nada tunggu terdengar, pada akhirnya diangkatlah juga oleh pacarku,

“kamu udah sampai yah sayang, tunggu bentar yah 2 menit aku keluar ”, ucapnya nampak terburu-buru.

“iya sayang, udah nggk usah terburu-buru, slow aja, hhe…”, ucapku.

“Iya sayang, yudah aku tutup dulu yah, bey” ucapnya lalu menutup telefon kami.

Tepat 2 menit dia-pun keluar dari rumahnya dengan menggunakan helm, jaket dan celana legging ketat. Sepanjang berjalanya dia dari pintu rumahnya menuju kepadaku terlihat jelas sekali gundukan vagina yang gembul dari balik celana legging ketat dan tipisnya itu. Akhirnya setelah beberapa langkah dia sampai kepadaku,

“hey sayang, ganteng deh kamu hari ini, bikin gemes ih…”, ucapnya lalu naik kemotorku.

“kamu juga kelihatan cantik banget kog sayang hari ini apalagi si memem tuh, kelihat gembul dan montok banget,hhe… bikin kokon sangek aja deh sayang”, ucapku menggodanya.

Arti kata dari memem adalah vagina sedangkan kokon adalah penis. Lalu,

“ah kamu tuh yank, mau aku pake apa aja kamu juga sangek, huwww….hahahha…” ucapnya.

“hahahaa… emang iya… yaudah jalan yuk yank”, ajakku.

Lalu akupun segera mengidupkan motorku dan segeralah aku menjalankannya. Werrrrrrr…. Jalanlah kami kepenginapan itu. Dinda saat itu memeluk erat ketika aku menjalankan motorku dengan kencangnya karena aku sudah tidak sabar untuk bersetubuh denganya. Payudaranya yang montok itu menempel pada punggungku, Uhhh… mantap.

Sepanjang perjalanan otakku hanya berfikir ingin cepat sampai penginapan dan ingin segera ML. Dinda yang memang selalu menuruti apapun yangaku minta, pada saat diatas motor dia meremas-remas penisku. Seketika itu penisku-pun bediri tegak dan sudah siap untuk berperang, hhe. T idak puas meremas dari luar celana, dia mulai memasukan tanganya pada celanaku.

Kebetulan sekali aku memakai celana yang berbahan strect sehingga dengan mudahnya Dinda memasukan tanganya didalam celanaku. Dinda terus memainkan penisku dengan gemasnya, digenggam dan digesek-gesek kepala penisku dengan ibu jarinya. Gila enak banget man.Sepanjangn perjalan ke penginapan Dinda sudah merangsang aku dengan hebatnya.

Dia memainkan penisku dari jog belakang sembari payudaranya ditempel dan ditekankan pada punggunggu,

“shhhhh… kamu udah sangek ya sayang… ouhhhh… Ssshhh…”, tanyaku pada Dinda sembari menikmati permainan tanganya pada penisku.

Saat itu dia tidak menjawab, entah dia mendengar atau tidak karena saat itu memang aku mengendarai motor kencang sekali, apalagi knalpot motorku knalpot racing. Aku sungguh terangsang hebat dibuat Dinda. Penisku terasa sudah berlendir dan punggungku rasanya seperti tumbuh payudara, hha. Sekitar beberapa menit aku mengendarai motor pada akhirnya kami-pun sampai di penginapan.

Tanpa diminta Dinda-pun mengeluarkan tanganya dari celanaku agar perbuatan mesum kami tidak terlihat oleh pegawai ataupun orang yang ada di hotel itu. Sesampainya disana aku-pun segera memarkir motorku diparkiran dalam hotel agar aman. Dinda saat itu aku suruhtunggu diparkiran, sedangkan aku membooking kamar untuk kami ML nanti,

“selamat siang dek ada yang bisa saya bantu???”, tanya receptionis padaku.

“kog dek sih mbak, mas gitu kek, aku mau pesen kamar mbak buwat 4 jam mbak”, ucapku dengan tenangnya.

“oh iya maaf Mas, habis mas lucu sih kayak anak-anak, hhe… ini mas kamar 22 dan biayanya 120 ribu mas”, ucapnya sembari memberi kunci.

“ Oh iya mbak ini uangnya…, ” ucapku sembari membayarkan uang sewa kamar.

Aku yang sudah sering booking penginapan saat itu tidak merasa kaku saat membooking. Aku sengaja menyewa 4 jam kamr itu, karena aku mengambil paket transit. Setelah aku membayarnya aku kemabli keparkiran,

“yuk sayang, kita dapat kamar 22”, ucapku lalu mennggadeng Dinda menuju kamar 22.

“iya sayang”, jawabnya singkat.

Dengan beberapa langkah saja kami sudah sampai didepan kamar.Segera aku buka kamar dan kami-pun segera masuk kekamar. Sesampainya dikamar tak lupa aku menutup dan mengunci pintu kamar kembali. Tanpa membuang-buang waktu sex sebelum bulan puasa-pun segera kami mulai. Dinda dan aku langsung saja berciuman diatas ranjang penginapan itu dengan liarnya.

Sembari berciuman kami saling memberikan rangsangan. Aku meremas payudaranya sedangkan Dinda meremas penisku kembali. Dia selipkan tanganya didalam celana dalamku dan diraihlah penisku dengan gemasnya. Dia meremas dan mengelus penisku secara terus menerus, aku-pun sama mulai aku selipkan tanganku dialam bajunya dan aku remas payudaranya.

Aku remas payudaranya yang masih tertutup Bra itu. Aku remas dengan kencang sembari terus berciuman. Lidah kami saling beradu dengan liarnya didalam mulut kami. Suasana mesum kami semakin terasa panas dan intim saja siang itu. Kami bergerumul diatas ranjang dengan penuh nafsu sex dengan nafas yang memburu,

“sayang, Ouhhhh… kita telanjang yuk, shhhhh…”, ucapku penuh nafsu.

“iya sayang”, jawbnya singkat.

Kami sejenak menghentikan percintaan kami untukmelepas pakaian kami. Aku dan Dinda melepassatu persatu pakaian kami hingga pada akhirnya kami telanjang bulat. Penisku yang tegak menantang seakan sudah tak sabar untuk segera menusuk vagina Dinda. Vagina Dinda terlihat memukau sekali, vaginanya sangat gembul dengan dihiasi bulu-bulu tipis pada sekitar vaginanya.

Sesasaat kami saling memandangi tubuh kami agar membuat gubunganintim kami semakin panas. Puas dengan itu, dinda langsung saja duduk diatasku. Dia mulai menciumi aku lagi,saat itu beda ciumanya dengan sebelumnya. Dia menciumku dari bibir, leher, dada,perut, pusar dan pada akhirnya berakir pada penisku,

“Ssssssshhhh… sayang… Ahhhhh… geli sayang… Ahhhh…”, kataku.

Dia benar-benar maniak sex sekali, walaupun usianya baru belasan tahun namun cara Dinda bercinta benar-benar seperti orang dewasa, luar biasaaaa. Dia menjilati selangkangan, batang penis dan buah zakarku secara bergantian. Jilatanya benar-benar membuat aku semakin bergairah saja,

“sayang…ouhhh… geli sayang, ouhhhh… ahhhh…” racauku semakin sering keluar dari mulutku akibat jilatan sex Dinda.

Sekitar 10 menit Dinda menjilati bagian itu. Puas dengan itu mulailah kini penisku dilahapnya,

“hepppp… Eummmmm….. Slurppppppp”suara penisku yang tertelan oleh Dinda.

“uhhhhhhhhh… Sssssshhhh…. euhhhhh…,” lenguhku pelan seiring dikulumnya penisku oleh Dinda.

Dinda mengocok habis penisku didalm mulutnya, dia keluar masukan sembari dia hisap dengan kencangnya,

“ouhhhhhhhhh… terus sayang, enak… terus hisap dan keluar masukn seperti itu… ahhhh”, desaku mulai menggila.

Benar-benar gila si Dinda, dia mengoyak penisku dengan kuluman mautnya. Aku terus mendesah sembari sesekali tubuhku mengejang,

“sayang, udahyah… sekarang kita ML aja, kalau kamu kulum terus bisa-bisa aku ngecrottt didalam mulut kamu… Ahhhh..”, ucapku.

“hahaha… dasar payah, yaudah yuk sekarang kamu yang puasin aku sebelum puasa yah” ucapnya.

Diapun segera berpindah posisi dengan merebahkan tubuhnya sembari membuka lebar pahanya disampingku. Vaginanya benar-benar bersih sekali, kulitnya yang putih membuat liang senggamanya vaginya terlihat menganga merah,

“sayang, memem kamu merah banget yah, bersih lagi, bikin makin sangaek aja deh”, ucapku memujinya.

“iya dong sayang, akukan rain ngerawat memem aku buwat kamu, jadi selain bersih memem aku juga wangi sayang, ayo dong buruan masukin kokon kamu sayang”, ucapnya memintaku.

“siap sayang”, jawabku singkat.

Dengan segera aku-pun menindih Dinda. Aku mulai mengemut putting Dinda sembari penisku aku gesek-gesekan pada bibir vagina Dinda,

“euhhhhhh… sshhhhh… sayang… ouhhh… terus sayang… buwat memem aku basah sayang… ahhhhh”, desah Dinda menandakan dia menikmati permainan sexsku.

Aku yang focus memberi rangsangan pada dia saat itu aku tidak menjawab kata-kata Dinda. Aku hanya terus melakukan hisapanku pada putttingnya dan gesekan penisku pada bibir vaginanya. Dinda mendesah keras sembari tubuhnya terus bergerrak kekanan kekiri. Sesekalidia juga menekan kepalaku pada buah dadanya. Yah mungkin saja dia geli merasakn jilatanku pada payudaranya,hha.

Hampir-hampir aku tidak bisa bernafas karena kepalaku ditekan pada payudaranya yang montok itu, huh. Beberapa menit aku melakukan hal itu pada akhirnya vagina Dinda basah juga dengan lendir kawinya. Melihat hal itu aku segera memasukan penisku pada vagina Dinda,

“ahhhhhhhhhhh… tusuk lebihb dalam sayang… ouhhh…”, ucap Dinda sembari memejamkan mata.

“iya sayang… ouhhhhh…”, ucapku sembari menekan lebih dalam penisku.

Aku benamkan lebih dalam sampai tertelan semua batang penisku didalam vagina Dinda. Aku diamkan sejenak agar rasa hangat yang diberikan oleh vagina dinda pada penisku terasa nikmat. Aku ciumi payudara Dinda, dan Dinda memeluk erat tubuhku,

“euhhhhhhhhhhhhhh… Ahhhhhhhhhhhhhhhh….”, lenguh nikmat Dinda.

Puas merasakan hangatnya vagina Dinda, aku-pun mulai menggerakan pingganggku. Gerakan pinggang maju mundur disertai penisku yang keluar masuk dari vagina Dinda. Dengan perlahan aku keluar masukan penisku dengan nikmatnya. Desahanku dan Dinda seakan bersahut-sahutan seiring hubungan sex kami berlangsung.

Lendir kawin Dinda semakin banyak saja membasahi vagina dan penisku. Suara lendir kawin dan keluar masuknya penisku dari liang senggama Dinda membuat hubungan sex kami semakin memanas. Awalnya perlahan, lama kelamaan aku percepat gerakanku,

“yeah… ouhhh… ahhhh… ahhh… ahhh… auhhh.. ouhhh… ahhh…”, desah Dinda tidak beraturan seiring cepatnya genjotanku pada vaginanya.

Nafas kami menderu desahan kami berseru dan rasa nikmat menyertai hubunagn sex kami. Mulai dari pemanasan sex hingga hubungan sex, tidak terasa sudah hampir setengah jam. Vagina Dinda terasa basah sekali dengan lendir kawinya. Walaupun sudah basah namun keelastisan dan jepitan otot vagina Dinda tidak berkurang sedikitpun.

Menit demi menit berlalu, dan tidak terasa aku merasa akan segera orgasme. Penisku berdenyut-denyut tak beraturan itu tanda aku akan mengeluarkan spermaku. Segeralah aku cabut penisku dan aku arahkan penisku pada perut Dinda,

“cruttttttttttttttttttttttttttttt…. Cruttttttttttttt… Cruttttttttttt… Cruttttttttt..”

Banyak sekali sperma yang aku tumpahkan didalam perut Dinda. Selain banyak spermaku juga kental sekali.Rasanya saat itu aku ingin sekali menunpahkanspermaku didalam vagina Dinda. Namun hal itu tidak mungkinkan guest, jika aku lakukan itu bisa-bisa Dinda hamil dan kita putus sekolah,hha. Seiring keluarny spermaku, Dinda melumuri perut dan payudaranya dengan spermaku,

“Ahhhhh… sperma kamu banyak banget sayang… hangat banget.. Ahhh..” ucapnya sembari melumuri perut dan payudarnya dengan spermaku.

“iya sayang, akukan subur,, hhe… mau apa aku tanemin sperma aku ke rahim kamu, hhaaaa…”, ucapku menggodanya.

“hemmmm… gila kamu yah, awas aja yah kalau kamu sampai keluarin didalem” ucapnya merajuk ketika aku goda.

“hahaha… nggaklah sayang, mana berani aku, akukan masih mau kuliah nantinya, hhe…” ucapku.

“syukur kalau gitu, tata masa depan dulu baru bikin anak, hhe.., emuaaachhh..,”ucapnya lalu mencium bibirku.

“hhe… pastinya sayang, emuuuachhh….” Jawabku lalu aku menciumnya gantian.

Siang itu kami hanya melakukan hubungan sex satu kali saja. Karena saat itu Dinda disuruh pulang oleh ibunya karena dia dan keluarga akan pergi kebogor untuk pergi kerumah neneknya. Dinda sekeluarga berencana menjalani hari pertama ibadah puasa dirumah neneknya. Mendengar hal itu, kami-pun segera memberishkan tubuh kami diakamar mandi.

Sebenarnya aku masih pingin nambah sih ML-nya, namun gimana lagi Dinda mau pergi dengankeluarganya. Nggak papalah dilain harika aku bisa ML lagi sama Dinda, hhe. Singkat cerita selesailah kami membersihkan tubuh kami. Usai itu kami memakai pakaian lalu kami segera meninggalkan penginapan itu.

Aku antar Dinda sampai depan rumah, sesampainya disana ternyata benar keluarganya sudah siap semua. Melihat itu aku-pun segera pergi dari rumah dinda. Begitulah kisah sex penutupan sebelum bulan puasa dengan pacarku 2 hari yang lalu.Selesai.


ITIL Service Desk Overview